Selasa, 02 Juni 2015

You Are Only Human

Seeing my self in you being only human seemed me profusely agreed like Yeah...we are. 
You dont take any simple just like the dream getting me alike an white aves in a blizzard. Complexity obsesses human alike routinity especially a speciality. Defining it will be enigmatic because me never clearly gets it out even the mortal was helping me out while I was a needy consuming aught. So many blings have been flashed on me since a harmony balanced vertical line and horizontal line. However, a special one blessed magic is breaking my core which means I couldnt be a high tower. Me, just a girl,a flake snow alike brittle glass, was bleeding.
To goal yours was like enfolding Mount Everest that s why you named "special". 
We are called human but you are special.. Could you be a difference? Despite u r only human, you are obviously a human.We just alike others so u cant be a variant. Please dont paralyze me getting a puzzle. This is a little baffling but touching evidently interfere.
Goddest, the one rescuer, my only helper, Im blind that I dont ever comprehend.  For me he is a human as always be a one. But I need to calm my self believing that there is special which means I dont the hell know what make him special like special covers speciality. But, he is mine I adore so much. The dream never abuses me. That last but not least a human, the only one, my moonshine, is always been science-human.

Jumat, 08 Mei 2015

Diam

Sunyi bukan sunyi. Sunyi adalah kamu saat sedang benar2 sendiri. Kalo begitu, kamu akan mengerti bahwa alam ini adalah bagian dari bukan sunyi. Kamu tidak pernah merasakan sepi. Sesungguhnya kamu selalu ditemani, tetapi kamu yang menolak untuk mengakui. Dan kemudian satu titik akan memberikan antara pilihan. Mengakui atau menyadari lalu indahnya semesta ini membuat apa yang kita rasakan menjadi ambigu. Aku merasa sangat senang, tetapi aku juga merasakan hal lainnya. Sungguh-sungguh hal lainnya. Sedih,kesal,marah,cinta,suka,benci dan kata sifat lainnya. Aku hanya tidak dapat mendefinisikan secara perasaan. Samar-samar aku merasakan semua itu adalah satu bagian karena saling berkaitan berhubungan dan bermakna. Orang-orang hanya sangat special,menarik,dan kemudian menarik sampai-sampai aku melihatnya dengan terus begitu menarik hingga menjauhkan.  Lalu, sunyi membawa cerita dengan apa adanya dalam fikiran dan merealisasikan nya dalam bentuk diam. Diam bukan diam. Mendefinisikannya adalah terlalu berperasaan. Bahkan mengukurnya adalah sebuah dunia. Lalu aku tiba melihat segalanya gelap namun bercahaya titik-titik dan terlihat indah. Indah seperti angkasa. bintang-bintang. Ya, seperti masa lalu. masa lalu yang akan memperbaiki apa yg ada didepan. Semakin tahu akan semakin memberi pilihan. Antara menerima dan menolak. Aku tidak akan mengabaikannya karena aku hanya memilih diam.

Rabu, 06 Mei 2015

Aloha

Tetaplah bersamaku.
Pandang lekat mata canggungku dan detik selanjutnya paradigma menghiasi antara cinta dan buta. Perasaanku menjadi lebih baik saat ku temukan "Aloha" adalah bagian dari variasi kapabilitas kita.
Dunia menjadi lebih absurd tak lagi nyata dengan segala kegugupan yang kamu sembunyikan dalam canda. Namun, benar sekarang Kamu adalah rindu yang tak kuasa ku peluk.  
Mungkin waktu cemburu kemudian kamu lelah menunggu. Transformasi selanjutnya "Aloha" seperti lazimnya canda mengatakan kebohongan, tetapi mengartikan kesaksian.
I miss you too.
Dengan polosnya kamu sengaja menyanyikan lagu sakral yang berjudul "When you love someone" kemudian Aku bangun dari realita dan bersaksi dengan berteriak sekeras-kerasnya " Aku  sayang  kamu " dalam batinku.
Semakin hari berlarut dalam duniamu, canggung tak bendung ku cegah. Seperti pada lazimnya canggung seolah-olah mendarah daging dan selalu mengutarakan apa yang magnet sejenis terjemahkan. Namun, "Aloha" selanjutnya berhasil melukis senyum dan mengabadikan waktu untuk mendefinisikan it always been you.

Aloha
"Jawab jujur ya"
"Aku ganteng nggak?"
"Gak"
"Ih bohong pulang-pulang mencret".

Minggu, 26 April 2015

Dini hari, aku masih terjaga. Ku berbaring ke samping menatap jendela yang sedang asyik bermain dengan tiupan angin malam.
Aku hanya melihat dunia dengan sedikit berbeda. Aku sangat menyukai suasana malam dibanding dengan terangnya siang. Rasa dinginnya malam ketika desahan angin menyapa kulitku dan cara bintang-bintang melengkapi kegelapan adalah suatu kearistikan yang damai. Aku merasakan semesta lebih berjiwa ketika matahari tenggelam dan lebih terbuka untuk mengutarakan cerita. 
I will say in my real life there is a thing that is so weird. I can't sleep but I'm okay. I enjoy this awkward moments. Just here layin on the bed and thinking why I must sleep. Then i was starting to sleep, physic math chemistry formula just came up screwing my mind. I was like what's up guys? why u stalking on me. I know u guys like me but im just tired with all ur formulas.  However, when I was sleeping I slept for very long time which is not normal coz my dream was so damn incridible. In the other hand, my dream forces me like "No way! u cant get out from this kind of world! you can do anything at me even u want to fly. I wake up like Oh thank God its morning. I life in obviously life. 

Minggu, 22 Maret 2015

Pelangi

Hidup adalah sebuah warna pelangi sehabis hujan. Semua warna hanya nampak indah. Namun, sering kali diragukan. Ada apa dengan warna-warni pelangi? Apa pelangi pada bola mata seseorang telah membutakan...atau nikmatnya pelangi dunia telah menyilaukan.
Lalu, kutemukan sebuah semesta dengan keluguannya sedang berusaha menyelaraskan. Menyempurnakan dengan apa adanya. Sungguh betapa Agungnya Tuhan.
Zaman sudah berubah. Tidak lagi semudah apa yang direncanakan,dibayangkan,dan ditelaah. Sesaat keadaan adalah sebuah ujian yang sangat sulit, tetapi sesaat pula keadaan itu sebaliknya.
Keburukan selalu menyelimuti hati setiap orang kecuali dia yang beruntung memanusiakan manusia.

Aku berdiri,menapak bumi ini dengan sungguh-sungguh ku teliti. Keseimbangan adalah suatu hal yang wajar dilupakan. Kebiasaan sudah menjadi rutinitas nyata yang telah membudakkan setiapnya yang melupakan. Menetap lama hingga membentuk suatu watak ceroboh yang sepele, tetapi menjerumuskan.
Celah adalah celah dan tetap sebuah celah yang membawa pada kebenaran sesungguhnya.

Sabtu, 21 Februari 2015

Bukan

Aku tau bukan kamu.
Bukan. Bukan kamu.
Dan tidak mungkin kamu.
Memang bukan kamu.
Bukan.
Bukan.
Bukan.
Bukan.
Bukan
Bukan
Bukan kamu.
Dari awal bukan kamu.
Dan tidak pernah kamu.




Jumat, 06 Februari 2015

Batas

Aku hanya angin malam
Dingin

Aku hanya sebuah pemahaman
Tanpa harus dilihat dengan mata telanjang

Aku hanya duduk
Tidak ingin berdiri

Aku hanya dimensi nol
Tapi  ingin meloncat tiga

Aku hanya menari
tidak mau mengerti aturan

Aku hanya berbisik
tidak ingin menggangu syahdunya suasana

Aku hanya sebuah klasik
bukan hal yg  kompleks.

Aku sebuah batas
Tapi ingin sekali dilebihkan