Jumat, 26 September 2014

Those Eyes

Setiap detik yang melaju terasa lamban ketika kedua mata ini saling memperhatikan.
Ku tercenung tanpa ada yang beri aba-aba, seakan semua mengalir sesuai alur yang telah diatur.
Setiap hari ini,hari itu, dan hari lainnya dan bahkan tanpa kita naluri we just met just the way it was.
Mata hitam bulatnya yang berseri-seri selalu sempatkan melihat ke arah tepat ke mataku.
Walau itu sekejap, dan walau hanya hitungan detik.
Bisikan kalbu tak henti meneriakan "you r fallin love , Sal".
Bercakap-cakap denganmu adalah kesempatan yang tak kuasa kulewatkan.
Hanya ketika itu kudapat habiskan lebih banyak untuk menatap kedua bola matanya.
Aku menggemari saat-saat itu karena bagiku mata indahmu mengutarakan lebih banyak dari apa yang sebenarnya disampaikan.

Saat itu mata kita jatuh saling menatap mengabaikan setiap yang ada. Dia memandang lama hingga pipiku memerah dan kemudian ku pecah keheningan.
"Apaa an sih."

 Lalu dia usil bertanya.
"Jawab ya jujur."
"Aku ganteng nggak?"
"Gak."
"Ih bohong pulang-pulang mencret."

-_-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar